KLASEMEN LIGA INGGRIS: Kalah Lagi, Liverpool Sulit Kejar Duo Manchester & Rawan Keluar dari 5 Besar

Kekalahan yang dialami oleh Liverpool atas Leicester City di pekan 24 Liga Inggris membuat The Reds kian sulit mengejar Manchester United dan Manchester City. Laga Leicester City vs Liverpool yang tersaji di Stadion King Power berakhir lewat skor 3 1, Sabtu (13/2/2021). Tiga gol kemenangan Leicester City dilesakkan oleh James Maddison, Jamie Vardy dan Harvey Barnes.

Sedangkan gol semata wayang The Reds Liverpool dihasilkan oleh Mohamed Salah. Kekalahan yang dialami oleh Liverpool menjadi kali ketiga beruntun di Liga Inggris. Sebelumnya armada tempur Jurgen Klopp juga keok di kaki Brighton (0 1) dan Mannchester City (4 1).

Hasil minor yang mendera Liverpool membuat mereka kian sulit untuk bersaing dengan duo Manchester di posisi satu dan dua klasemen Liga Inggris. The Reds kini tertahan di urutan empat lewat koleksi 40 poin. Sedangkan Manchester City yang berada di puncak klasemen mengoleksi 50 poin. Adapun MU dengan raihan 45 angka.

Kedua tim yang baru sakan melangsungkan pertandingan pekan 24 dini hari nanti dan besok malam berpotensi untuk menjauhi poin Liverpool. Di sisi lain, posisi Liverpool sendiri bukannya aman dari lima besar. Sewaktu waktu mereka bisa terlempar dari lima besar, mengingat West Ham United dan Chelsea hanya berselisih satu poin saja dari The Reds di urutan lima dan empat.

Liverpool langsung tampil menggebrak sejak menit awal pertandingan babak pertama. Peluang di menit ke 1 dimiliki The Reds lewat umpan silang yang diberikan oleh James Milner. Umpan yang mengarah kepada Roberto Firmino untungnya dapat diantisipasi oleh pemain bertahan Leicester City.

Bertindak sebagai tuan rumah, Leicester City tak tinggal diam dengan permainan agresif yang dipertontonkan The Reds. The Foxes mencoba mengimbang kecepatan Liverpool dengan gaya bermain terbuka. Namun permainan terbuka yang dilakukan tuan rumah membawa risiko tersendiri untuk lini pertahanan mereka.

Pada lima menita wal pertandingan, lini belakang Leicester sering kelabakan ketika Mohamed Salah cs menerapkan skema counter attack. Pengawalan ketat dilakukan oleh Soyuncu kepaa Mohamed Salah. Kemanapun Salah bergerak, di situ sudah ada Soyuncu yang menempel ketat pemaina sal Mesir itu.

Memasuki menit keenam, Leicester City mencoba untuk mendelay permainan untuk menurunkan intensitas penyerangan Liverpool. Penguasaan bola menjadi keputusan yang diambil tim tuan rumah sembari mencari celah di lini pertahanan Liverpool. Meskipun demikian, The Reds tak membiaarkan permainan Jamie Vardy cs berkembang.

High pressing diterapkan oleh anak asuh Jurgen Klopp itu untuk membuyarkan skema permainan Leicester City. Peluang emas dimiliki oleh Mohamed Salah pada menit ke 10. Umpan direct yang dilakukan Henderson dari lini pertahanan Liverpool mengarah tepat ke kaki Salah.

Namun penyerang andalan Liverpool itu gagal memanfaatkan peluang ketika sudah one on one dengan Kasper Schmeichel. Skor masih imbang 0 0. Memasuki menit ke 15, Leicester City kian kesulitan untuk mengembangkan permainan. Pressing ketat yang dipergakan oleh Liverpool membuat skema counter attack The Foxes tersendat.

Belum lagi dengan dipepetnya Jamie Vardy oleh Ozan Kabak membuat penyerang andalan tuan rumah itu kesulitan untuk mendapatkan peluang. Ketika pertandingan memasuki menit ke 17, Liverpool melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Thiago Alcantara. Alcantara menggantikan posisi dari James Milner yang menlamai cedera.

Kecepatan permainan yang dipertontonkan oleh Liverpool membuat The Foxes kelabakan. Umpan umpan terobosan maupun direct beberapa kali lolos dari pengamanan lini pertahanan Leicester City. Imbasnya, Kasper Schmeichel beberapa kali harus berjibaku untuk mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Memasuki menit ke 30, intensitas permainan cenderung menurun. Jalannya permainan banyak berkutat di lapangan tengah. Hingga pertandingan babak pertama usai, baik Liverpool dan Leicester City gagal mencetak gol.

Pada babak kedua, Jamie vardy yang kesulitan mendapatkan umpan matang di babak pertama, mencoba mengubah posisi bermainnya. Striker Timnas Inggris itu lebih banyak bermain membuka ke sisi sayap untuk mendapatkan aliran bola. Sedangkan Liverpool sendiri bermain lebih getol untuk menciptakan gol pembuka di laga kali ini.

Gempuran serangan terus dilakukan oleh lini serang Liverpool yang dimotori Mane, Salah, dan Firmino. Memasuki menit ke 60, The Reds semakin gencar melakukan serangan. Umpan umpan diagonal banyak dilakukan oleh Liverpool untuk menciptaka peluang melalui sisi sayap.

Di sisi lain, Leicetser City mulai kesulitan untuk membangun serangan. Tim asuhan Brendan Rodergs itu banyak mengandalkan skema serangan balik untuk meneror lini belakang tim tamu. Gol yang ditunggu tunggu akhirnya tercipta bagi Liverpool pada menit ke 67.

Ialah Mohamd Salah yang mampu mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan backheel dari Roberto Firmino. Skor berubah 0 1 untuk The Reds Liverpool. Leicester City yang mulai menaikkan intensitas serangan berhasil menyamakan kedudukan di menit ke 79.

IalahJames Maddison yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 1. Tiga menit berselang Leicester City berhasil membalikkan kedudukan melalui Jamie Vardy. Skor berubah 2 1 untuk keunggulan sementara Leicester City.

Barnes kembali menambah keunggulan Leivcester City di menit 85'. Hingga laga usai, skor bertahan 3 1 untuk Leicester City Schmeichel (GK), Amartey, Evans, Soyuncu, Ricardo, Ndidi, Tielemans, Albrighton, Maddison, Barnes, Vardy

Alisson (GK), Alexander Arnold, Kabak, Henderson, Robertson, Wijnaldum, Jones, Milner, Mane, Salah, Firmino.

Leave a Reply

Your email address will not be published.